Selasa, 28 Juni 2011

DAHSYATNYA KONFERENSI RAJAB






DAHSYATNYA KONFERENSI RAJAB
Sungguh hidup ini penuh dengan perjuangan, bila kita hidup hanya untuk mencari ridho Tuhan. Diagenda dakwah kali ini dari Hizbut Tahrir mengadakan konferensi rajab. Konferensi rajab ini dilakukan semata-mata hanya untuk menyatukan umat agar bisa kembali mendapatkan kesejahteran hanya dengan satu jalan yakni dengan diterapakanya syariah islam.
Khilafah adalah harga mati yang tak bisa ditawar lagi. Biarlah orang berkata utopis, kita tetap optimis. Karena apapun masalahnya islam solusinya. Keberadaan khilafah janganlah hanya dipertanyakan saja, tapi kita harus memperjuangkannya.
Di konferensi Rajab ini, selain kita menyatukan umat, kita juga memperingati hari isra’mi’roj yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhamad. Selain itu kita juga memperingati keruntuhan dari kekhilafahan yang terakhir pada bulan rajab di tahun 1924 dan sejak saat itulah umat islam terpecah belah, dan meninggalkan hukum dari Allah. Melalui acara inilah kami sebagai umat islam yang sadar bahwa tidak ada kesejahteran selain kesejahteran dengan syariah islam, dan kita mengajak kaum muslimin semua baik dari kalangan intelektual, pengusaha, mahasiswa, tokoh-tokoh masyarakat, ormas-ormas, sampai rakyat biasa, baik dari kalangan anak-anak, orang tua sampai embah-embah pun juga pengen melihat syariah islam diterapkan kembali, dan alhamdulillah saya bisa mengajak mbah saya, beliau sangat ingin melihat apa yang saya dan teman-teman saya perjuangkan. Setelah melihat acara tersebut mbah saya terharu melihat orang segitu banyaknya yang menyeru kepada islam untuk kesejahteran seuruh alam. Dan ada satu lagi mbah-mbah tetangga kost saya, beliau adalah seorang penjual gorengan. Ketika kami menawarkan acara KR tersebut, beliau langsung menyatakan untuk ikut, dan ketika diacara pun, beliau tetap bersemangat walapun panas matahari menyengat. Dan dengan semangat pejuang syariah itulah ,waktu konferensi rajab belangsung, Allah juga mendukung dakwah kita dengan menampakan tanda-tandanya dilangit yakni awan berbentuk Lafadz Allah. Subhanallah
Moment konferensi rajab ditahun ini sangatlah ditunggu-tunggu oleh para pejuang syariah dan khilafah karena setelah berdakwah kesana kemari, kontak sana kesini, dicaci di hina ditolak itu sudah biasa dirasakanya. Tetapi kita tetap semangat dan tidak pernah putus asa. Bahkan pamflet acara yg kita pasang banyak yang membuang, ketika kita kontak banyak yang menolak. Bahkan ketika hari H banyak orang yang mengundurkan diri tidak bisa mengikuti acara. Tapi kita tetap bersabar karena mereka sebenarya belum faham apa sebenarnya islam.
Masalah-masalah tersebut tidak menghambat semngat juang kita, karena yang dinilai Allah adalah usaha bukan hasilnya. Semua orang yang kita temui adalah ladang dakwah kita. Walaupun satu ayat yang kita ucapkan, pahala sudah kita dapatkan. Karena Tidak ada kumuliaan tanpa hukum islam, tak kan sempurna islam tanpa syariah, dan tak kan tegak syariah tanpa khilafah. Hal inilah yang harus kita serukan kapada umat seluruh alam.
Islam bukan teroris jadi jangan sampai apatis, islam rahmat seluruh alam yang menegakan kebenaran tanpa kekerasan tapi dengan pemikiran. Banyak orang yang menganggap kita teroris tapi sebenarnya kita hanyalah aktivis. Tetap bersemangat kawan karena janji allah pasti akan datang.
Kita harus bisa tunjukan bahwa islam bukan rahmatan lilmuslimin tapi rahmatan lilalamin, jadi islam bukan hanya buat orang islam saja tapi hukum islam buat seluruh umat manusia. Karena sesunggungaya islam adalah agama yang paling sempurna, yang mengatur manusia mulai dari bangun tidur sampai bangun negara. Dan Allah lah yang lebih tahu apa yang harus dilakukan oleh makhluknya dan hukum mana yang harus digunkannya. Tetap bersemangatlah untuk meyeru hukum islam karena janji Allah pasti Akan datang. Right( klik) www.anisasmart.blogspot.com

konfrensi rajab jawa timur






Seruan penegakan Khilafah sebagai solusi atas persoalan negeri ini bergema di bumi Jawa Timur. Sekitar 30.000 warga Jawa Timur, Madura dan Bali mendukung “Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah”, Ahad, 26/06/2011.

Massa dari seluruh Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, Nganjuk, Mojokerto, Jember, Bojonegoro, Probolinggo, Madura, bahkan Bali memadati GOR Delta untuk mengikuti Konferensi Rajab 1432 H bertema, “Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah” yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), demikian seperti dikutip suarasurabaya.net.

Khoiry Sulaiman Ketua DPD HTI Jawa Timur mengatakan konferensi ini digelar sebagai sarana untuk memompakan semangat dan optimisme kepada umat muslim. Bahwa penegakan syariat Islam dan Khilafah sekaligus bisa mencerdaskan dan mencerahkan umat.

Dalam konferensi yang dipandu H. Hari Mukti mantan rocker era 1980an itu menghadirkan para orator dari ulama berbagai daerah seperti Aceh, Medan dan Jember. Selain juga orator dari DPP HTI.

Menurut Khoiry Indonesia saat ini tenah dirundung masalah di berbagai bidang. Kemiskinan, kebodohan, layanan kesehatan yang tidak terjangkau, kriminalitas, ekonomi liberal dan ideologi kapitalisme termasuk di dalamnya liberalisasi dan demokrasi.

Bertepatan dengan momen bulan Rajab yang memiliki 2 peristiwa besar. Yaitu perjalanan Muhammad Rasulullah dari Masjidil Haram Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina menuju Sidroh Muntaha yang dikenal sebagai Isra’ Mi’raj. Peristiwa kedua yang juga terjadi di bulan Rajab adalah runtuhnya Khilafah Ustmani yang berpusat di Turki pada 28 Rajab 1342 H oleh tangan-tangan penjajah.

“Akibatnya, timbul malapetaka yang menimpa muslim di dunia, runtuhnya Khilafah adalah induk segala kejahatan,” ujar Khoiry.

Meski demikian, Khoiry mengingatkan kepada massa yang hadir untuk tidak meratapi momen menyedihkan tersebut. Sebaliknya, umat muslim harus bangkit mengokohkan perjuangan pendirian penegakan syariah Khilafah. Konferensi ini menjadi momen kebangkitan dunia Islam dengan tegaknya Khilafah dan menyatukan semua muslimin di seluruh dunia untuk bersama-sama menerapkan Islam secara kaffah untuk melawan penguasan jahiliyah dari seluruh dunia.

Humas HTI DPD I Jatim, KH Dr Moh Usman mengatakan konferensi ini bukan sekadar seremonial tanpa nilai yang membangkitkan umat. Akan tetapi mengingatkan dan menyafarkan umat Islam sebagai umat yang terbaik (khoiru ummah).

Konferensi ini untuk mengokohkan kembali perjuangan penegakan syariah dan khilafah. ”Jawabannya hanya satu, tegakkan khilafah,” ujarnya.

Dengan ideologi Islam, lanjutnya, semuanya akan sejahtera dan tidak akan menggantungkan kapitalis dan penjajah. ”Khilafah islam ditegakkan, tidak akan ada lagi korupsi, pornografi, pornoaksi, kemiskinan, kebodohan dan lain sebagainya,” terang dia.

Tampak hadir dalam konfrensi ini, KH Abduh, KH Zawawi, mantan rocker Harry Mukti, dan para asatidz dari DPD HTI I Jatim lainnya. (syabab.com, 27/6/2011)