.jpg)
“FENOMENA PEJUANG SYARIAH MELANGGAR SYARIAH”
Hmm….Waduh_gaswat ni?? Ni namanya kemunafikan lain dihati, lain dimulut, gmana engak? secara gitu lo “pejuang syariah, kok melanggar syariah” mana relevansi antara ucapan dan tindakan, padahal dalam diri kita sudah ada komitmen dan keyakinan mempercayai adanya Tuhan sebagai pencipta, dan menerapkan firman2nya serta memperjuangkanya. Benar sih,, islam itu gak memakasa tapi ada pilihan disana, mau “sensara atau bahagia” “mau surga atau neraka??”Itu tergantung pada kita.So konsenkuensi kita bila dah mengucapakan kalimat “lailahhailallah muhamadurasulullah”kita dah terikat pada aturan pencipta hidup ini, yang memnciptakan bumi seisinya. Tapi faktanya kok masih ada seorang muslim bahkan pejuang syariah yang melanggar syariah, mana relevansi antara ucapan dan tindak, hmm mungkin dia lupa atau belum tahu hukumnya?? “bisa jadi” atau pura-pura lupa, (“mungkin”), . Padahal allah sudah berfirman, dalam surat Al-baqoroh ayat 44 tentang relevansi anatara ucapan dan tindakan :
“apakah kamu menyuruh orang melakukan aneka kebajikan dan kamu melupakan diri kamu sendiri, padahal kamu membaca kitab suci. Tidakkah kau berakal?. Wah dah mantap ni, langsung dari sang pencipta yang berkata, so pastinya kita sebagai manusia harus mentaatinya, kalau gak pulang sana “NERAKA “!!! (Hi atut,,,, panas !!!)
Memang sih dalam hidup ini penuh dengan cobaan dan godaan dan pastinya setiap manusia selalu mengalaminya. “Bukan begitu sodara??”. Begitu juga dengan pejuang syariah atau pengemban dakwah tidak akan terlepas dengan namanya godaan/ cobaan dalam hidupnya, dan godaan yang terbesar yang sering dialaminya ada dua godaan dalam hal “gaya hidup”, dan goadaan “lawan jenis” (hu…,_) aku yakin semua pernah mengalaminya kan???. “Betul…betul…betul”
“Godaan yang pertama masalah gaya hidup.” whu……….. sekarang zaman ya moderen semua, kalau gak mengikuti zaman ini siap2 aja, dijulukin manusia kuper sedunia, tapi ingat kita masih punya syariat, biar pun zaman moderen, tapi syariat masih harus diingat. Banyak orang bicara “bahwa hukum mengikuti sebauh zaman” dengan dalil inilah manusia berbuat seseuatu sesuka hatinya. “Ini mah, salah kaparah namanya, yang benar adalah “bahwa zaman selalu mengikuti hukum” dalam artian disini, syariah atau hukum tetap berlaku walaupun zaman sudah maju. Benar sih kadang kadang kita tidak bisa mengenadalikan diri dan masih saja terpengaruh deangan zaman jahilyah moderen ini. Gmana engak, semua manusia semakain lupa dengan aturan dari sang penciptanya, dengan melkuakan sesuatu sesuaka hati nya dengan dalih “ini mah biasa” “ini mah, bukan hal biasa tapi musibah namanya. Misalanya saja fakatanya sekarang dikalangan remaja kita dengan adannya zaman yang moderen ini, banyak di antara mereka dilupakahnkan dengan kesenangan dunia brgaul bebas, campur baur kaya bubur, laki-laki perempuan berduaan, diannggap hal yang biasa karena sekarang zaman lah yang memaksa, apalagi adanya pemisahan anatar agama dengan kehidupan bahwa agama hanya mengurusi ibadah saja, tapi masalah kehidupan sehari2 kita yang buat hukum sendiri, inilah yang sebenarnya penyebab semua ini bisa terjadi, karena islam belum diterapkan didunia ini. Gaya hidup manusia sekarang hanya digunakan untuk seneng-seneng saja, shoping-shoping, walking-walking, refreshing, dan ing, ing lainnya. Dah pokoknya waktu mereka hanya digunakan seneng2 aja tanpa memikirkan kehidupan akherat nantinya, beda dengan pejuang syariah mereka melakukan sesuatu selalu dipikirkan dahulu, apakah sesuatu itu bermanfaat dan tak melanggar syariat, apakah sesuatu itu gk penting untuk dilakukan karena bila dilakukan akan melanggar syariat islam?? Pejuang syariah pastinya kalau berpergian atau melakukan kegiatan selalu dengan sesama sepesiasnya, karena islam mengajarkan kita tidak boleh melakuakn sesuatu yang campur baur kaya bubur laki perempuan dicampur, dalam islam sangat dilarang. Apa lagi sekarang sering kita masih terpengaruh dengan khidupan jahiliyah ini entah itu sedikit atau banyak,misalnya saja remaja kita skarang pada dijejeli yang namanya lagu-lagu jahiliyah hingga mereka, lupa diri. Seperti halnya saja, saya yang dulunya saya sebelum kenal islam secara keseluruhan menggap meyukai band2an, lagu2 jahiliyah samapi2 ngefen sama vokalisnya menjadai hal yang biasa. Tapi sekarang setelah aku mengenal islam bahwa islam tidak hanya masalah ibadah saja, ternyata yang telahaku lakuakan salah dan bermasalah. Tapi masih aja ada benih2 jahiliyah yg melekat, misalnya aja ada konser band rasanya ingin sekali aku melihatnya, tapi dengan adanya kekautan islam dan iman semua aku lupakan dan aku tingalkan. “Alhamdulilah ”.
kemudiann adanya mode pakaian sering kali digaya hidup yang seperti ini dengan memakai pakaian yang serba praktis, dan ekonomis, serba mini, you can see atau the pencil (bisa gulung tikar tu pakbrik pencil karena dibuat celana semua) . Bila ada yang memakai jilabab pasti dianggapanya manusia purba alias jadul, karena mereka merasa bahwa pakaian buaknlah sebuah aturan yang harus dilakuakan tetapi budaya yang masih dipertahankan. Padahal ni ya, klu kita tetap mempertahankan ini semua dengan mengikiuti gaya hidup mereka kita akan rugi sendiri, diakherat nanti.Biarlah kita dibilang kuper yang penting tetap syari, biarlah kita dikatakan cupu, yang penting hukum islam masih berilaku, baiaralah kita diakatakan gak gaul yang penting islam masih kita cool. “ biarlah,,, aku rela, karena surga lah balasanya”
“Yang kedua adalah goadaan lawan jenis” hi,,,,,,,,,, sangat2 sulit sekali bila keimanan kita lemah, banyak pengemaban dakwah atau pejuang syariah yang perjuanganya putus ditengah2 jalan, hanya karena tidak bisa mengenadaliakan nafsunya, mungkin bisa diakaibatkan aqidah dia belum menancapa sepenuhnya, masih aja terpengaruh dengan hal-hal yang jahiliyah. Kadang dia tidak takut dengan Allah tapi dia takut sama temanya, kalau tidak ada orang seperjuangan dia berani berdua-dauan dibawah pohon rambutan, dengan tidak ada batasan, disisi lain dia juga berdakwah memperjuangkan syariah. Ada juga karakter diantara mereka yang sangat beda skali ketika bertemu dengan sama-sama aktifis dakwah menatap pun mereka tidak mau atau malu-malu, ketika berbicara dianatara mereka, gemetar badanya semua, tapi sangat beda sekali ketika mereka berjumpa dengan anak biasa yang bukan aktifis dakwah, bercanda berbicara, menyapa melakukannya dengan biasa, bahkan ada juga yang tak ada batsaanya, berduaan misalnya, Wah dari sinilah muncul sebuah kemunafikan tidak ada relevansi anatara ucapan dan tindakan. Astagfirullah, bagaimana nasrullah/ pertolongan Allah bisa datang kalau pejuangnya masih terpengaruh bujuk rayu setan. Memang setan tak kan puas menggagu manusia dan mencari teman untuk dia hidup dineraka nantinya, makanya kita harus hati-hati guys walaupun kita pejuang syariah yang tau hukum masih aja digagunya, so islam punya solusi disini “ghodul bashor guys “ tundukanlah panadangan mu” atau menikahlah dengan ku. Hm,,,,
So, intropeksi diri guys bagaimana dakwah ini bisa diterima kalau dalam diri kita masih terdapat benih nafsu setan yang meraja lela. Ingatlah dalam setiap langkah kita Allah melihat dan sekecil apapun perbuatan kita akan diminta pertanggung jawabnan di akherat nantinya. Semoga kita bisa terjaga. Tetap semangat guys, afwan bila ada kata yang salah mohon komentarnya “thanks you very much have read”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar